Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

The Fed Naikkan Suku Bunga ke 4% akibat Inflasi Perang Iran

Federal Reserve (The Fed) resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase, membawa federal funds rate ke kisaran 3,75% hingga 4%. Kenaikan ini merupakan langkah pertama sejak Juli 2023, sebagai respons terhadap lonjakan inflasi global yang dipicu oleh eskalasi perang di Iran. Sebelumnya, The Fed mempertahankan suku bunga di level 3,50% hingga 3,75% sejak Desember lalu. Keputusan ini menandai berakhirnya jalur pemotongan suku bunga yang berlangsung hingga akhir tahun lalu. Menurut proyeksi 18 pejabat FOMC, mayoritas mengisyaratkan bahwa pengetatan moneter belum berakhir, meskipun aktivitas ekonomi tumbuh solid dan pengeluaran domestik tetap tangguh. Ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik di Iran yang melibatkan AS dan Israel sejak akhir Februari, menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga energi dan barang konsumsi secara global. Inflasi di AS telah melampaui target 2% selama lebih dari lima tahun. Ketua The Fed, Kevin Warsh, menekankan bahwa stabilitas harga menjadi prioritas utama, meskipun hal ini berpotensi memicu ketegangan dengan Presiden Donald Trump yang konsisten menuntut penurunan suku bunga untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. FAO juga memperingatkan bahwa gangguan pelayaran di Selat Hormuz Iran telah memicu kelangkaan pupuk dunia dan lonjakan harga energi akibat konflik yang berkepanjangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait