Golkar dan Demokrat Mulai Panas, Prabowo Diprediksi Akan Segera Kehilangan Anggota Koalisi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Koalisi Presiden Prabowo Subianto diprediksi tidak akan selamanya solid. Direktur LIMA Ray Rangkuti menyatakan dinamika hubungan antara Partai Demokrat dan Partai Golkar mulai panas, diperkirakan menimbulkan ketegangan pada 2027 dan satu anggota koalisi bisa keluar pada 2028. Pernyataan Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia tentang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) siap menjadi kandidat Pilpres 2029 dianggap memberi sinyal kuat, sehingga Kader Partai Demokrat Boni Jebarus mengecam keras dan menyalahkan Golkar mengadu domba di tengah koalisi. Ray memprediksi perubahan peta politik sebelum Pilpres 2029 dengan partai dalam koalisi lebih memprioritaskan agenda politik masing-masing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 16.24
Terlalu Dini Memunculkan Prabowo Vs AHY di Pilpres 2029
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 12.46
Pujian Prabowo untuk Demokrat: Pernah Berkuasa, Pernah Tidak, tetapi Tak Caci Maki
kumparan · 10 September 2026 pukul 11.11
AHY Klarifikasi Pidato Dinilai Hindari Kesan Bermanuver-Tak Loyal ke Prabowo
VOI · 10 September 2026 pukul 09.30
AHY Dukung Prabowo Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Kekayaan Negara
Berita terkait
Golkar dan Demokrat Ribut, Pakar: Prabowo Bakal Disibukkan oleh Tingkah Laku dari Koalisinya Sendiri
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 17.24
PKS Ingatkan AHY Tak Mudah Lawan Prabowo di Pilpres 2029
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 14.59
Ditanya Kelanjutan Paket Prabowo-Gibran, Partai Demokrat: Koalisi Kami dengan Pak Prabowo
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 14.42
Alarm untuk Prabowo: Rakyat Sudah Menyimpulkan Ada 'Makar Besar' Disiapkan Jokowi, Bisa Seperti 1998
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 14.27