Gubernur Bank Sentral Jepang Absen di Jackson Hole, Geser ke Pertemuan G20?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260346/original/053716200_1781587529-Bank_Sentral_Jepang-16_Juni_2026a.jpg)
Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda tidak akan menghadiri pertemuan tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming, pekan ini. Ueda absen karena bentrok jadwal, sehingga digantikan oleh anggota dewan BOJ lain, Naoki Tamura. BOJ menyatakan bahwa Tamura tidak akan mengikuti sesi tanya jawab dengan media selama pertemuan tersebut. Partisipasi Tamura dianggap langka, karena biasanya hanya gubernur atau wakil gubernur yang mewakili BOJ dalam pertemuan ini. Tamura dikenal sebagai tokoh yang cenderung hawkish, sering mendukung kenaikan suku bunga untuk melawan inflasi. Pertemuan ini diikuti oleh para pelaku pasar yang menantikan petunjuk mengenai arah kebijagaan moneter AS, yang berpotensi memengaruhi nilai tukar yen dan pasar obligasi Jepang. Absennya Ueda juga menimbulkan spekulasi bahwa ia mungkin akan hadir dalam pertemuan G20 minggu depan di Asheville, North Carolina. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan menantikan pertemuan dengan Ueda di acara tersebut. Intervensi bersama AS dan Jepang serta tekanan dari Bessent membuat pasar semakin yakin bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga pada September. Sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan suku bunga BOJ akan dinaikkan dari 1% ke 1,25% pada rapat 17-18 September. Wakil Gubernur BOJ Ryozo Himino juga dijadwalkan memberikan pidato dan konferensi pers pada Kamis (27/08/2026), yang diharapkan memberi sinyal lebih lanjut mengenai kenaikan suku bunga.
Bagikan
Berita terkait
Calon Gubernur BI Ungkap Kontribusi Bank Indonesia terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 15.00
Dilema Likuiditas Perbankan: Memarkir Dana atau Membiayai Sektor Riil?
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 23.20
Bank Korea Waspada Inflasi, Suku Bunga Bisa Naik Lagi
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 21.10
BI masih kedepankan stabilitas seiring tekanan global belum mereda
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 17.25