Bank Korea Waspada Inflasi, Suku Bunga Bisa Naik Lagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank of Korea (BOK) membuka kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan seiring inflasi yang masih di atas target dan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang lebih kuat dari perkiraan. Dalam pernyataannya, Wakil Gubernur Senior BOK Kwon Min-soo menekankan bahwa keputusan kebijagan moneter akan didasarkan pada tiga faktor utama: inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas keuangan. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan akan disesuaikan secara fleksibel dengan kondisi yang ada.
Pernyataan ini muncul menjelang rapat kebijakan moneter BOK yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026. Pada Juli 2026, BOK telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 2,75%, menandai kenaikan pertama dalam 3,5 tahun terakhir. Tekanan inflasi tetap menjadi perhatian karena inflasi Korea Selatan berada di atas target 2% yang ditetapkan bank sentral. Di sisi lain, pemulihan ekonomi yang lebih kuat dari dugaan, didukung oleh kinerja sektor semikonduktor, memberi ruang bagi kebijakan untuk diketatkan kembali.
Selain itu, nilai tukar won juga menjadi pertimbangan, terutama setelah menguat signifikan hingga mendekati level tertinggi dalam 11 bulan terakhir. Kwon menolak dikategorikan sebagai pejabat yang cenderung hawkish atau dovish, dan menegaskan bahwa keputusan akan selalu didasarkan pada data ekonomi terkini dan penilaian risiko eksternal yang ada.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 11.00
Ketika Pasar Obligasi Mulai Menuntut Premi Risiko dari AS
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 23.20
Dilema Likuiditas Perbankan: Memarkir Dana atau Membiayai Sektor Riil?
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.43
Independensi Bank Indonesia Jadi Sorotan
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 07.20
Harga Emas Hari Ini Tergelincir Tersengat Aksi Ambil Untung
Berita terkait
Inflasi Naik, Bank of Korea Kerek Suku Bunga Utama Jadi 3%
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.00
Alasan Bank Indonesia Tak Naikkan Bunga Acuan
Detik.com · 29 September 2026 pukul 06.30
Destry Blak-blakan Alasan BI Tahan Bunga 5,75%
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 21.40
Gubernur BI: Ekonomi Indonesia Tergerus 0,1% Tiap Suku Bunga Naik 25 Bps
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 19.12