Gudang Garam Dihadapkan Dilema: Naikkan Harga atau Jaga Daya Beli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Gudang Garam (GGRM) mencatat penurunan volume penjualan 7,2% di semester I-2026 dengan total 105,1 miliar batang. Penjualan SKM turun 8,8% menjadi 65,4 miliar batang, sementara SKT menurun 2,9% menjadi 35,1 miliar batang. Pendapatan menurun 7,2% menjadi Rp41,7 triliun, namun laba bersih melonjak 2.440,2% menjadi Rp2,98 triliun karena efisiensi operasional dan penyesuaian harga. Direktur Heru Budiman menyatakan kenaikan harga jual berisiko membuat produk GGRM menjadi rokok paling mahal, sehingwa perlu keseimbangan dengan daya beli konsumen yang menurun akibat kenaikan cukai 2020-2024.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 16.03
Kadin: Pemulihan Sentimen Publik belum Ciptakan Penguatan Daya Beli
Detik.com · 10 September 2026 pukul 11.38
Bos Gudang Garam: Penindakan Belum Cukup Hilangkan Rokok Ilegal!
Berita terkait
Laba Meroket 2.440%, Saham Gudang Garam (GGRM) Malah Anjlok
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 10.56
Semen Indonesia Siap Bagikan 100% Laba 2026 sebagai Dividen
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 16.30
Pedagang Beras di Bandung Keluhkan Daya Beli Masyarakat Menurun
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 13.00
Tanggapi Rencana Penyeragaman Kemasan Rokok dan Vape, Ekonom: Produk Ilegal Makin Sulit Dibendung
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 20.30