Harga Avtur Melonjak, AirAsia hingga Vietjet Kompak Naikkan Harga Tiket
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309792/original/094097900_1785258365-AirAsia.jpg)
Harga avtur global melonjak dari US$85 menjadi US$200 per barel akibat konflik geopolitik, menimbulkan krisis bagi maskapai penerbangan berbiaya rendah seperti AirAsia dan Vietjet Thailand. Maskapai tidak dapat menambah tarif kepada penumpang yang sudah membeli tiket jauh hari, sehingga menanggung selisih biaya secara langsung. Untuk mengatasi lonjakan biaya operasional 20-25 persen, kedua maskapai naikkan harga tiket baru. Otoritas Penerbangan Sipil Thailand menyatakan porsi biaya avtur meningkat dari 25-30 persen menjadi 60 persen, memotong margin keuntungan dan mengganggu cash flow. Vietjet Thailand memproyeksikan tidak ada perang tarif di Q4 2026 karena keterbatasan armada pascapandemi. Thai Airways melakukan hedging 40-50 persen kebutuhan avtur hingga akhir 2026 untuk mengurangi risiko fluktuasi harga.
Bagikan
Berita terkait
Avtur Naik 6,5%, Siap-Siap Harga Tiket Pesawat Ikut Terbang
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 19.55
Strategi Memilih Tiket Pesawat Murah di Tengah Kenaikan Wisatawan Nusantara
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 20.03
AirAsia Kantongi Pendapatan Rp 3,9 Triliun hingga Semester I 2026
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 08.40
16 Perusahaan Truk Bangkrut dalam 30 Hari, Krisis Logistik Hantam AS!
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 10.54