AirAsia Kantongi Pendapatan Rp 3,9 Triliun hingga Semester I 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309792/original/094097900_1785258365-AirAsia.jpg)
PT AirAsia Indonesia Tbk mencatat pendapatan Rp 3,91 triliun pada semester I 2026, turun tipis 1,8% dibanding periode sama tahun lalu. Penurunan ini dipicu lonjakan harga avtur dunia 46,7% yang mendorong biaya bahan bakar naik 26,1% menjadi Rp 1,99 triliun, serta pelemahan rupiah 5% terhadap dolar AS. Meski demikian, maskapai berhasil memangkas kerugian operasional (di luar selisih kurs) sebesar 6,9% menjadi Rp 678,4 miliar melalui penataan rute dan efisiensi biaya ketat.
Indonesia AirAsia menyesuaikan kapasitas penerbangan menjadi 3,44 juta kursi (turun 4,2%) dan menaikkan harga tiket rata-rata 4,9% menjadi Rp 1,13 juta. Hasilnya, Revenue per Available Seat Kilometer (RASK) naik 17,4% menjadi Rp 854, sementara Cost per Available Seat Kilometer (CASK ex-fuel) turun 1,2%. Load factor tetap tinggi di angka 82% dengan 2,83 juta penumpang terangkut dalam 19.125 penerbangan. Pendapatan tiket mencapai Rp 3,31 triliun dan pendapatan tambahan Rp 595 miliar dari bagasi, makanan, charter, dan kargo.
Memasuki semester II 2026, perseroan fokus mempercepat pemulihan melalui optimalisasi rute potensial, peningkatan utilisasi armada, dan efisiensi operasional. Langkah ini didukung integrasi dengan ekosistem AirAsia Group, khususnya layanan Fly-Thru yang menghubungkan ke lebih dari 150 destinasi di Asia-Pasifik. Direktur Utama menekankan fleksibilitas operasional dan disiplin biaya sebagai kunci keberlanjutan bisnis.
Bagikan
Berita terkait
Harga Avtur Melonjak, AirAsia hingga Vietjet Kompak Naikkan Harga Tiket
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 14.20
9 Maskapai Asia Tenggara Masuk 100 Terbaik Dunia 2026
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 18.05
Tony Fernandes Angkat Bicara Soal Keuangan yang Sedang Dihadapi AriAsia
Warta Ekonomi · 19 September 2026 pukul 15.07
AirAsia Terbelit Utang Rp79,7 Triliun di Tengah Lonjakan Harga Avtur
Warta Ekonomi · 19 September 2026 pukul 14.11