Harga Batu Bara Menguat di Tengah Pembatasan Ekspor, Nikel & CPO Merosot
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga komoditas alam bergerak variatif pada Kamis (1/10). Batu bara menguat 0,90 persen menjadi USD 147 per ton, dipicu pengetatan pasokan global dan lonjakan permintaan. Penurunan pengiriman batu bara Indonesia sebesar 23 persen year-on-year pada Agustus menjadi faktor utama akibat pembatasan kuota produksi, ketidakpastian kebijakan, serta dampak El Niño.
Sebaliknya, harga nikel dan CPO mengalami pelemahan. Nikel turun 1,37 persen ke level USD 15.958 per ton menurut LME. Sementara itu, harga CPO melemah 0,17 persen menjadi MYR 4.616 per ton, meski sempat mendapat dukungan dari aksi beli murah dan penguatan minyak nabati Dalian. Di sisi lain, harga timah mencatat penguatan 0,77 persen ke angka USD 54.198 per ton.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.07
Pelaku Pasar Masih Optimis IHSG Bisa Rebound, Ini Alasannya
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.51
95% RKAB Batu Bara 2026 Disetujui, Produksi Sekitar 720 Juta Ton
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.51
Biodiesel Disebut Hemat Devisa Ratusan Triliun, Pengamat Ungkap Hal Ini
Berita terkait
Harga Komoditas Hari Ini: CPO, Batu Bara, Nikel dan Timah Kompak Menguat
kumparan · 25 September 2026 pukul 08.45
Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara hingga Nikel Turun
kumparan · 24 September 2026 pukul 10.03
Harga Batu Bara Turun 1,4% ke USD 143,25 per Ton, CPO Menguat 1,7%
kumparan · 21 September 2026 pukul 08.31
Harga Komoditas: Batu Bara, Nikel, hingga CPO Kompak Melemah
kumparan · 14 September 2026 pukul 08.46