Biodiesel Disebut Hemat Devisa Ratusan Triliun, Pengamat Ungkap Hal Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peneliti Senior Transisi Bersih, Aimatul Yumna, mengkritik klaim penghematan devisa program mandatori biodiesel. Meskipun impor solar pada 2024 berkurang sebesar Rp 153 triliun, perhitungan tersebut dianggap tidak lengkap karena mengabaikan biaya peluang dan subsidi negara.
Yumna mengungkapkan adanya potensi devisa ekspor CPO yang hilang sebesar Rp 197,8 triliun serta beban subsidi mencapai Rp 28,8 triliun pada 2024. Hal ini menyebabkan kerugian bersih negara sebesar Rp 73,5 triliun dalam satu tahun. Secara kumulatif, total kerugian periode 2014-2024 diperkirakan mencapai Rp 409,6 triliun. Pemerintah diminta mengevaluasi kebijakan biodiesel dengan mempertimbangkan seluruh komponen biaya tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 11.54
Siap-siap, Harga BBM Non Subsidi Bakal Kembali Disesuaikan
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 18.07
Pengembangan B50 Harus Bermanfaat Nyata bagi Petani Sawit
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 15.50
Hadapi Gejolak Harga Energi dan Suku Bunga Global, Ini Strategi Kemenkeu
kumparan · 28 September 2026 pukul 15.12
RI Mau Ubah Batu Bara Jadi BBM, Nilai Keekonomian Dinilai Masih Jadi Persoalan
Berita terkait
Prabowo Panggil Menteri-Gubernur BI, Bahas Kebutuhan Energi Dalam Negeri
Detik.com · 16 September 2026 pukul 16.14
Tak Lagi Impor Solar, Devisa RI Meningkat Rp 170 Triliun Tahun Ini
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 15.40
Belum Ada Negara Lakukan B50, RI Tancap Gas Mandatori B60 pada 2027
kumparan · 3 September 2026 pukul 04.00
Ekonom Nilai B50 Bisa Menghemat Cadangan Devisa & Mendorong Transformasi Ekonomi
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.32