Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Bitcoin Melemah di Bawah USD 80.000 Imbas Suku Bunga AS Berpotensi Ketat

Harga bitcoin turun di bawah USD 80.000 pada Jumat (28/8) hingga mencapai USD 76.871, sehari setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyatakan komitmen mengembalikan inflasi ke target, memperkuat ekspektasi kebijakan moneter AS yang tetap ketat. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya aset sensitif suku bunga lainnya, meski masih jauh di atas level awal bulan. Pasar kripto tetap dalam ketidakpastian pasca short squeeze dan likuidasi rekor minggu lalu, dengan open interest futures bitcoin belum menunjukkan pemulihan signifikan. Para pelaku pasar menilai pemulihan berdasarkan rata-rata pergerakan 50 minggu, sementara opsi beli senilai USD 85.000 (September) dan USD 90.000 (November-Desember) menjadi titik fokus volatilitas. Bitcoin masih tercatat turun sekitar 40% dari puncak sejarahnya di USD 126.000 pada Oktober lalu. Para trader opsi tetap optimis namun waspada, menunggu sinyal lanjutan dari tren kebeli dan volatilitas pasar pasca masa kedaluwarsa opsi senilai USD 6,4 miliar di Deribit.

Peristiwa ini diliput 5 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait