Video: Prabowo Usul Destry Jadi Gubernur BI, Ini Efeknya ke Rupiah-SBN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Volatilitas pasar keuangan Indonesia masih dipengaruhi oleh sentimen global seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah, inflasi global, dan kebijakan suku bunga The Fed, serta isu domestik seperti calon gubernur Bank Indonesia dan Nota Keuangan 2027. Menurut Dimas Yusuf, Investment Director Sucor Asset Management, ketidakpastian telah menjadi 'new normal' bagi investor. Namun, pengusulan Prabowo untuk menjadikan Destry sebagai gubernur BI ditanggapi positif oleh pasar, terlihat dari penguatan rupiah terhadap dolar AS dan mata uang utama lainnya, sekaligus penurunan yield pasar SBN.
Dampak positif dari sentimen domestik ini juga terlihat pada performa IHSG yang membaik, didorong oleh saham dengan valuasi dan likuiditas tinggi. Meski demikian, risiko global seperti konflik perang dan fluktuasi harga minyak serta komoditas global masih menjadi perhatian. Pasar keuangan Indonesia tetap rentan terhadap faktor eksternal yang sulit diprediksi.
Analisis lebih lanjut mengenai dampak gabungan sentimen global dan dalam negeri terhadap pasar keuangan Indonesia disampaikan dalam dialog eksklusif Shania Alatas dengan Dimas Yusuf di program Squawk Box, CNBC Indonesia, yang tayang pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 07.00
Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Simak Reaksi Pasar dan Pengaruh ke Rupiah
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 16.45
Rupiah Ditutup Menguat Ditopang Sentimen Destry Damayanti dan Data Ekonomi
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 07.40
Menakar Kredibilitas Destry Damayanti: Modal dan PR Calon Bos BI
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 07.40
Menakar Modal, Kredibilitas Destry Damayanti Sebagai Calon Bos Baru BI
Berita terkait
Pilihan Sulit BI Selamatkan Rupiah Tanpa Korbankan Ekonomi RI
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 07.05
BI Ramal The Fed Naikkan Bunga Lagi, Berdampak ke RI?
Detik.com · 28 September 2026 pukul 13.33
Bank Indonesia Beberkan Alasan Pertahankan Suku Bunga 5,75%
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.52
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Ini Alasannya
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32