Raksasa Wall Street Menyerah Tak Lagi Sanggup Prediksi Harga Minyak, Ekonomi Dunia Diambang Bahaya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

JPMorgan Chase & Co. secara resmi menghentikan prediksi dasar harga minyak dunia karena ketidakpastian geopolitik akibat konflik AS-Israel melawan Iran. Bank terbesar di AS tersebut mengakui model pasar mereka tidak lagi efektif dalam memetakan arah harga komoditas akibat manuver mendadak Presiden Donald Trump dan retorika perang terhadap Iran.
Kondisi ini berdampak pada pasar keuangan global, di mana imbal hasil (yield) Surat Utang Negara AS tenor 10 tahun mencapai angka psikologis 5%. Meskipun sempat ada proyeksi harga minyak melonjak hingga USD150 per barel, hal tersebut tidak terjadi karena adanya fenomena demand destruction atau penurunan permintaan akibat harga yang terlalu tinggi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 18.00
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah, Tertekan Sikap The Fed
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 12.32
IHSG Balik Arah, Sesi 1 Keok -0,35%
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 09.17
Harga Minyak Turun 1%, Pasar Mulai Redam Kekhawatiran Gangguan Pasokan Timur Tengah
Berita terkait
Wall Street Ditutup Melemah, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel
kumparan · 10 September 2026 pukul 06.35
Iran Ogah Damai 'Cuma-Cuma', AS dan Dunia Tertekan Harga Minyak
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 15.51
Pasokan Minyak Arab Saudi Bertambah, Harga Minyak Dunia Menurun
JawaPos · 17 September 2026 pukul 08.00
Harga Minyak Dunia Sulit Turun dari US$100, Pasokan kian Tipis
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.00