Harga Emas Dunia Tembus US$ 4.400, Pelemahan Dolar AS Jadi Pendorong
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309013/original/069225700_1785214716-107347162-1702486289346-gettyimages-1852400117-_cf23021_tuz1gxpa.webp)
Harga emas dunia menguat pada perdagangan Senin (17/8/2026) hingga menembus level US$ 4.413,93 per ounce untuk emas spot, naik 0,9%. Emas berjangka AS pengiriman Desember juga naik 0,8% ke US$ 4.473,70 per ounce. Penggerak utama adalah pelemahan dolar AS ke level terendah dalam dua bulan (di bawah 100), yang membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain. Kepala analis TD Securities Bart Melek menilai pasar mulai memperhitungkan risiko stagflasi — melemahnya pasar tenaga kerja AS sementara The Fed diperkirakan mentoleransi inflasi saat ini.
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed merosot setelah data ketenagakerjaan dan inflasi konsumen AS pekan lalu lebih lemah dari perkiraan. CME FedWatch Tool menunjukkan peluang kenaikan suku bunga September hanya 33%, turun dari 51,2% sebulan lalu. Suku bunga rendah menguntungkan emas yang tidak memberikan yield, karena menurunkan biaya peluang memegang aset non-berbunga.
Faktor geopolitik turut mendukung permintaan safe haven. Pejabat senior Iran mengancam akan meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz jika diplomasi dengan AS buntu, menambah ketidakpastian di Timur Tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 19.17
Geopolitik Global Memanas, Simak Prediksi Rupiah Pekan Depan
Berita terkait
Harga Minyak Turun, Rupiah Menguat ke Rp17.997 per Dolar AS
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 16.01
Harga Emas Dunia Menguat Usai The Fed Tahan Suku Bunga
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 07.20
Dolar AS Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah Jadi Rp18.075/US$
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 15.04
Harga Emas Hari Ini Anjlok 1% Terseret Penguatan Dolar AS
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 07.29