Geopolitik Global Memanas, Simak Prediksi Rupiah Pekan Depan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah diproyeksikan menghadapi tekanan pada perdagangan pekan depan, berada di kisaran Rp17.820 hingga Rp17.880 per dolar AS, terutama saat pembukaan pasar Senin. Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan indeks dolar AS kemungkinan besar akan fluktuatif dengan level support 99,00 dan resistance 101,90, bahkan berpotensi menyentuh resistance 102,00. Pergerakan indeks dolar AS menjadi faktor eksternal utama yang memengaruhi nilai tukar mata uang Garuda. Meskipun rupiah sempat menguat 50 poin setelah pasar merespons positif pidato Nota Keuangan RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto, sentimen tersebut belum cukup untuk menghilangkan tekanan dari pasar global. Pasar pada awal pekan akan mencermati perkembangan geopolitik, khususnya ketegangan di Timur Tengah, hubungan AS-Iran, konflik Laut Merah, serangan terhadap kilang minyak di Nigeria, dan perang Rusia-Ukraina. Risiko-risiko tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman dan mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 15.17
Rupiah Diprediksi Sentuh Rp 17.500-18.000 per Dolar AS pada Akhir 2026
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.07
Rupiah Ditutup Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.850
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.15
Rupiah Hari Ini Melemah, Pasar Tunggu Keputusan BI
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 09.07
IHSG Dibuka Menguat 0,73% Tembus 6.448, Rupiah Melemah ke Rp 17.850 per Dolar AS
Berita terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Bagaimana Proyeksi Besok?
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 20.39
Meneropong Arah Rupiah Pekan Depan di Tengah Sentimen Geopolitik
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 14.05
Rupiah Lemas Sambut Akhir Pekan di Posisi Rp17.903 per Dolar AS
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 17.53
Rupiah Ditutup Melemah 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.850
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 15.06