Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Emas Dunia Tertekan Data Inflasi AS, Investor Tunggu Langkah The Fed

Harga emas dunia turun 1,4% pada perdagangan Rabu (27/8/2026) setelah data inflasi AS yang sebagian besar sesuai ekspektasi pasar. Emas spot mencatatkan penurunan ke US$ 4.592,97 per troy ounce, sementara emas berjangka AS melemah 0,9% dan ditutup di US$ 4.653,30 per troy ounce. Penurunan ini sejalan dengan penguatan dolar AS sebesar 0,3%, yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Personal (PCE) naik 3,7% dalam 12 bulan hingga Juli, sedikit di atas perkiraan pasar sebesar 3,6%.

Data inflasi AS yang dirilis meningkatkan spekulasi pasar akan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan depan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga mencapai 38%, naik dari 36% sebelumnya. Sementara itu, peluang The Fed mempertahankan suku bunga diperkirakan 62%. Emas yang tidak memberikan imbal hasil kehilangan daya tarik saat suku bunga tinggi, sekaligus meningkatkan atraktivitas aset seperti obligasi.

Wakil Presiden Zaner Metals Peter Grant menyatakan bahwa pergerakan emas sebelum rilis data inflasi dipengaruhi oleh aksi ambil untung. Ia optimis tren kenaikan emas akan kembali kuat dan memproyeksikan harga emas bisa mencapai US$ 5.000 pada tahun ini serta mencatat rekor baru pada kuartal II 2027. Pasar juga memantau perkembangan geopolitik, termasuk isu Selat Hormuz yang menjadi fokus utama bersamaan dengan kebijakan moneter The Fed.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait