Harga Minyak Dunia Melonjak, Beban Subsidi BBM Korea Selatan Meningkat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813938/original/075369100_1714122003-daniel-bernard-qjsmpf0aO48-unsplash.jpg)
Pemerintah Korea Selatan menerapkan pembatasan harga BBM domestik sejak Maret 2026 untuk menekan inflasi dan biaya hidup rumah tangga di tengah konflik AS-Iran. Kebijakan ini berhasil menjaga inflasi konsumen tetap rendah, namun memicu beban subsidi yang besar bagi pemerintah dan kerugian bagi perusahaan pengolah minyak.
Kenaikan harga minyak mentah global, dengan Brent mencapai US$ 108,75 dan WTI US$ 105,83 per barel, membuat kebijakan ini sulit diakhiri. Kerugian industri diperkirakan melampaui 5 triliun won, melebihi alokasi awal pemerintah sebesar 4,2 triliun won. Selain itu, pembatasan harga memicu konsumsi bensin rekor tertinggi sebesar 8,86 juta barel pada Juli karena hilangnya sinyal pasar untuk penghematan bahan bakar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 18.40
Ketika Prabowo Bicara Evidence-Based, Angka Ekonomi Perlu Dibaca Lebih Dalam
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 13.50
Prabowo Klaim Bakal Investasi Besar-besaran Bakal Masuk RI
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 13.50
Prabowo Klaim Investasi Besar-besaran Bakal Masuk RI
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.55
Prabowo Klaim Kopdes Bisa Pangkas Rp300 T Margin Tengkulak
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Menyala, Seberapa Kuat Benteng APBN Menahan Beban?
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 07.50
Harga Minyak Tembus US$ 101/Barel, Purbaya: Anggaran Masih Cukup
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.57
Sinyal Rupiah Hari Ini: Posisi Kurs Dolar di Tengah Wacana Pemangkasan BBM Bersubsidi
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 07.46
Rupiah Melemah ke Rp17.862 per Dolar AS, Tertekan Kenaikan Harga Minyak
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.37