Harga Minyak Tembus US$ 101/Barel, Purbaya: Anggaran Masih Cukup
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia naik ke US$ 101 per barel, tertinggi sejak Mei 2026, akibat eskalasi perang AS-Iran di Timur Tengah. Lonjangan ini menimbulkan kekhawatiran penurunan ekspor energi melalui Selat Hormuz. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran APBN masih cukup untuk menghadapi dampak harga minyak tinggi. Asumsi defisit APBN 2,85% dari PDB tetap berada dalam kisaran normal. Purbaya belum memutuskan pembatasan kuota BBM subsidi dan akan terus memantau situasi konflik di Timur Tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 15.38
Rupiah Melemah ke Rp17.547 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi Sorotan
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 07.26
Strategi Purbaya Agar APBN Tetap Sehat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.19
Harga Minyak US$100, Purbaya: APBN Masih Aman, Defisit di Bawah 3%
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 12.02
Harga Minyak Tembus US$110, Trump Umumkan Kapan Anjlok
Berita terkait
Bahlil dan Purbaya Ogah Bahas Isu Reshuffle: Tugas Kami Bantu Presiden
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 19.02
Perang AS-Iran Makan Korban Baru: Vietnam
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 16.40
IHSG Dibuka Menguat 0,15% Dekati Level 6.700
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.05
Purbaya Pastikan Anggaran Subsidi BBM Aman Meski Minyak Terus Ngegas
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 06.40