Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$89 Usai AS Serang Pulau Larak Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 1 persen pada Senin (31/8) setelah Amerika Serikat menyerang Pulau Larak, Iran, yang terletak di Selat Hormuz. Serangan ini dibalas Iran dengan menyerang dua pangkalan udara AS di Yordania. Harga minyak mentah Brent naik US$1,08 atau 1,23 persen menjadi US$89,18 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS naik 92 sen atau 1,10 persen menjadi US$84,32 per barel. Ini adalah serangan pertama AS yang diketahui terhadap Iran sejak akhir Juli. Analis pasar IG Tony Sycamore menyatakan bahwa konflik ini berada dalam fase eskalasi yang tidak dapat diprediksi berlangsungnya. Negosiasi untuk mengakhiri konflik masih terjebak, sementara para mediator berusaha membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Meskipun kenaikan harga terjadi, Brent dan WTI masih diperkirakan akan mencatat penurunan tipis sepanjang Agustus setelah anjlok lebih dari 4 persen pada pekan sebelumnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 07.59
Harga Minyak Hari Ini Melambung Usai Ketegangan AS-Iran Meningkat
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 23.31
Rahasia Jalur Gelap Selat Hormuz Terbongkar! Goldman Sachs Klaim Aliran Minyak Mentah Pulih
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 08.55
Iran Balas Dendam, Hujani Rudal ke Pangkalan Militer AS di Yordania
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 08.44
Harga Minyak Dunia Melesat 2,5 Persen Usai AS Serang Iran
Berita terkait
Trump Sebut Selat Hormuz Terbuka, AS Klaim Pegang Kendali dan Blokade Iran
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 16.25
Harga Minyak Hari Ini Melejit 2%, Negosiasi AS-Iran Jadi Sorotan
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 06.54
Harga Minyak Turun 4 Hari Beruntun, Pasar Tunggu Hasil Diplomasi Iran
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 10.14
Harga Minyak Dunia Melemah, Pasar Cermati Potensi Pembukaan Selat Hormuz
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 08.15