Harga Minyak Dunia Mepet US$100 usai Iran Serang Aset Militer AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia melonjak setelah Iran menyerang aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk dan Yordania. Minyak Brent naik 1,6 persen menjadi US$99,49 per barel, sementara WTI naik 1,72 persen menjadi US$94,63 per barel. Kenaikan ini menandai penguatan sesi keempat berturut-turut akibat kekhawatiran gangguan pasokan global di Timur Tengah.
Serangan rudal Iran menyasar dua kapal perusak AS dan pangkalan militer di Al Azraq, Yordania, sebagai balasan atas serangan AS terhadap tanker minyak Iran. Militer Yordania mengklaim telah menghancurkan 18 dari 20 rudal balistik yang diluncurkan. Menanggapi hal ini, Menlu AS Marco Rubio menegaskan Washington akan terus menyerang kapal tanker Iran sebagai bentuk balasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 20.32
Menlu Iran: Kepatuhan AS pada MoU Islamabad Kunci Stabilitas Kawasan
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 07.56
Perang Berlarut, Ekonomi Iran dan AS Sama-sama Babak Belur
VOI · 7 September 2026 pukul 13.20
Kesepakatan Nuklir Iran Bisa Tak Terjadi, AS Tetap Tekan Kemampuan dan Ekonomi Teheran
VOI · 9 September 2026 pukul 10.00
Militer AS Hancurkan Lima Kapal Tanker Iran Setelah Serangan IRGC
Berita terkait
Trump Mulai Ubah Istilah 'Perang' Iran jadi 'Konflik Militer'
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 14.00
Kirim Pembalasan, Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan UEA
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.30
Amerika Kembali Bombardir Iran, Donald Trump Sebut demi Timur Tengah
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 17.47
AS Lancarkan Serangan Terhadap Target IRGC Iran
VOI · 2 September 2026 pukul 07.05