Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Trump Mulai Ubah Istilah 'Perang' Iran jadi 'Konflik Militer'

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengubah istilah yang digunakan pemerintahannya untuk menggambarkan konflik dengan Iran, beralih dari kata 'perang' ke 'konflik militer' atau 'military conflict'. Perubahan ini dilakukan di tengah meningkatnya serangan dan aksi balasan antara kedua negara. Trump menekankan bahwa konflik tersebut relatif kecil dibandingkan perang-perang sebelumnya dan menggambarkannya sebagai 'small potatoes'. Ia juga menyatakan bahwa operasi militer AS tidak akan berlangsung lama, namun siap melakukan serangan tambahan jika diperlukan.

Pada awal September, AS menyerang beberapa sasaran militer di Iran, termasuk sistem pertahanan udara dan radar di sekitar Selat Hormuz. Iran merespons dengan serangan rudal dan drone terhadap posisi AS dan sekutunya di kawasan. Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran akan penperluasan konflik di Timur Tengah. Pemerintah AS juga mempertimbangkan serangan terhadap Pickaxe Mountain, dekat fasilitas pengayaan uranium di Natanz.

Perubahan istilah ini juga dipengaruhi oleh tekanan politik domestik menjelang pemilu paruh waktu AS pada November. Jajak pendapat menunjukkan dukungan publik terhadap perang relatif rendah, sementara konflik telah menimbulkan korban dan meningkatkan kekhawatiran harga energi. Dengan demikian, narasi 'konflik militer' menjadi bagian penting untuk mengendalikan persepsi publik tentang skala operasi militer AS terhadap Iran.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait