Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Perang Berlarut, Ekonomi Iran dan AS Sama-sama Babak Belur

Konflik berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat berdampak buruk pada ekonomi kedua negara. Iran membentuk 'Markas Perang Ekonomi' untuk mengatasi inflasi, pengangguran, dan fluktuasi nilai tukar akibat sanksi AS. Sebagai langkah konkret, pemerintah Iran menaikkan harga bensin untuk konsumsi di atas 110 liter per bulan menjadi 10.000 toman per liter guna menjaga penerimaan negara.

Di sisi lain, AS menghadapi tekanan berupa lonjakan harga energi global. Harga minyak Brent mendekati USD100 per barel dan harga diesel AS mencapai rekor tertinggi, naik sekitar 90% sejak sebelum perang. Kondisi ini memicu risiko inflasi di berbagai sektor produksi dan transportasi, sehingga meningkatkan kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga meskipun data ketenagakerjaan AS masih menunjukkan ketangguhan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait