Harga Minyak Dunia Variatif Usai Serangan Rudal Houthi di Arab Saudi, Brent Tembus USD 106
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia naik pada perdagangan Jumat (25/9) setelah serangan rudal Houthi di Arab Saudi menghidupkan kembali kekhawatiran gangguan pasokan. Kontrak Brent naik 3,58 persen ke USD 106,77 per barel, sementara WTI turun 0,59 persen ke USD 94,04 per barel. Arab Saudi berhasil mencegat enam rudal balistik Houthi yang didukung Iran di provinsi Taif dan Yanbu. Sanksi baru AS melarang maskapai penerbangan Iran masuk ke negara tetangga seperti UAE dan Oman, sebagai bagian dari sanksi sekunder yang menargetkan perusahaan ketiga yang berbisnis dengan Iran. Iran mengancam akan menutup bandara negara tetangga yang mematuhi larangan AS. Arab Saudi meningkatkan pompa minyak melalui pipa East-West ke pusat ekspor di Yanbu, meskipun pemuatan kapal belum dilanjutkan. Negosiator AS dan Iran sedang berunding di New York untuk menemukan jalan keluar dari konflik, dengan Iran berjanji membuka kembali Selat Hormuz dan AS berjanji mencabut blokade ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 20.18
Rudal Houthi dan Ancaman ke Mekah: Mengapa Saudi Siaga?
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 13.12
Raja Salman Kecam Serangan ke Mekkah, Sebut Houthi Teroris
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 17.10
Kiai Besar Arab Saudi Serukan Jihad Bawa Ayat Al-Quran, Ada Apa?
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 12.53
Tunduk pada Sanksi AS, UEA Larang Maskapai Iran Terbang
Berita terkait
Awas Perang Arab! Houthi Rudal Kilang Minyak Saudi, Picu Kebakaran
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 05.30
Harga Minyak Dunia Turun ke US$103,06 Berkat Ekspor Arab Saudi Pulih
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 10.29
Yaman Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi
Detik.com · 20 September 2026 pukul 11.27
AS Tak Mau Berperang Melawan Houthi, 5 Alasan Negara-negara Arab Makin Frustasi!
SINDOnews · 20 September 2026 pukul 04.40