Harga Minyak Mendidih, Mendag Waswas Neraca Dagang Tekor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia sempat mencapai US$ 104 per barel pada perdagangan Senin (21/9/2026), mencerminkan tekanan pasokan akibat ketegangan di Timur Tengah. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan kekhawatiran dampa snya terhadap neraca perdagangan Indonesia, terutama mengingat surplus dagelam yang tercatat hanya US$ 120 juta pada Juli 2026 setelah defisit selama dua bulan sebelumnya. Budi menekankan pentingnya meningkatkan ekspor nonmigas untuk menyeimbangkan potensi defisit sektor migas. Untuk mendukung ini, pemerintah akan menggel a Trade Expo Indonesia (TEI) pada 14-18 Oktober 2026, yang hingga September telah menerima lebih dari 4.000 konfirmasi buyer. Budi optimis antusiasme peserta akan tinggi dan berharap ekspor dapat tumbuh kuat meski harga minyak tetap tinggi. Serangan Houthi ke Arab Saudi dan keterlibatan Iran memicu kenaikan harga minyak Brent hingga US$ 104,68 per barel dan WTI AS ke US$ 101,06 per barel, menambah ketegangan pasca konflik yang sedang berlangsung.
Bagikan
Berita terkait
Indodana Finance Terima Pendanaan Rp700 Miliar dari HSBC Indonesia
JawaPos · 22 September 2026 pukul 19.45
Kamar Khusus Perpajakan di MA Lebih Memberikan Kepastian Hukum Bagi Wajib Pajak
JawaPos · 22 September 2026 pukul 19.45
Suahasil Wanti-wanti Beras Selundupan Bakal Rugikan Swasembada Pangan
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.40
Natalius Pigai: Presiden Prabowo Full Memantau 24 Jam
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 19.36