Harga Minyak Mentah Naik Imbas Kebuntuan Solusi Perang AS-Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah naik ke level tertinggi dalam tiga minggu pada Selasa (18/18) akibat ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menyatakan AS tidak terlibat dalam perundingan dengan Iran, sementara ancaman militer terhadap Oman juga muncul. WTI naik 0,5 persen ke USD 84,94 per barel, Brent naik 0,2 persen ke USD 91,02 per barel. Kapal yang transit di Selat Hormuz juga mengalami serangan, menyebabkan kerusakan dan korban kru, yang sedang diselidiki. Di pasar produk olahan, margin pembuatan solar dari minyak mentah mencapai USD 100 per barel, menandai rekor baru. Posisi trader untuk duduk di Brent naik ke 55 persen dari 46 persen sehari sebelumnya. Brent telah menguat hampir 50 persen tahun ini akibat konflik di Timur Tengah. Arab Saudi dan UAE tampaknya mengangkut minyak secara diam-diam melewati Hormuz. AS menunjukkan tidak ingin mengakhiri konflik segera, dengan Menteri Keuangan Scott Bessent menjanjikan langkah baru yang 'seperti belum pernah terlihat'. Para pedagang juga menunggu data stok AS yang akan dirilis minggu ini.
Bagikan
Berita terkait
AIA-BCA Luncurkan Prestige Pro, Asuransi Berdenominasi USD untuk Nasabah Premium
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 20.30
Rupiah Menguat ke 17.882, Tekanan Potensi Kenaikan Bunga The Fed Berkurang
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.23
Geo Dipa: Investasi Hijau RI Bisa Capai Rp1.073 T, Dorong PDB 6 Persen
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 20.22
Purnawirawan Jenderal: Jika MK Kabulkan Gugatan Gibran, Saat Itulah Prabowo Jadi 'The Real President'
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 20.20