Rupiah Menguat ke 17.882, Tekanan Potensi Kenaikan Bunga The Fed Berkurang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4282587/original/088452000_1672910855-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_6.jpg)
Nilai tukar rupiah menguat kuat menjelang akhir pekan, Jumat (2/10/2026), dengan kenaikan 84 poin atau 0,47% mencapai 17.882 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.966. Kenaikan ini didorong oleh penurunan harapan kenaikan suku bunga The Fed setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Oktober hanya sekitar 26 persen, turun drastis dari 69 persen pada pekan sebelumnya. Penguatan rupiah juga mencerminkan penurunan indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti AS yang hanya naik 3% secara tahunan, di bawah ekspektasi 3,3%, serta kenaikan PCE utama sebesar 3,4% yang juga lebih rendah dari konsensus 3,7%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 09.19
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.925
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 15.30
Rupiah melemah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 15.12
Rupiah Ditutup Melamah 0,39%, Dolar AS Tembus Rp17.940
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 15.12
Rupiah Ditutup Melemah 0,39%, Dolar AS Tembus Rp17.940
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.920 Pagi Ini
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.10
Pergerakan rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan Fed
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 10.37
Breaking! Rupiah Melemah 0,59%, Dolar AS Tembus Rp17.900
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.22
Rupiah Melemah ke 17.669 per Dolar AS, Tertekan Inflasi Amerika Serikat
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 20.20