Harga Minyak Mentah Tembus USD 94 per Barel, Tertinggi dalam Lima Pekan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia melonjak kuat pada Selasa, dengan minyak Brent naik USD 4,16 (4,6%) ke USD 94,65 per barel dan WTI naik USD 4,46 (5,2%) ke USD 90,22 per barel. Kenaikan ini mendorong harga ke level tertinggi dalam lima pekan, didorong oleh kekhawatiran pasokan akibat ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran. Serangan udara AS ke target di Iran dan ancaman penutupan Selat Hormuz, jalur strategis ekspor minyak, memperparah tekanan pasokan. Pemerintah Iran memperingatkan akan menghambat ekspor minyak dari Teluk, sementara AS berjanji menjatuhkan sanksi baru. Konflik ini meningkatkan risiko gangguan distribusi energi global, menurut analis Saxo Bank Ole Hansen. Di samping itu, lonjakan harga diesel juga tercatat, dengan kontrak AS menyentuh level tertinggi dalam 52 bulan, naik 51% dalam 10 pekan terakhir, sekaligus mendorong diesel crack spread ke rekor USD 107 per barel. Serangan udara Rusia di Ukraina juga berlanjut, menewaskan 12 orang pada Selasa, menambah ketegangan pasokan global. Pasar menantikan laporan stok minyak mingguan dari API dan EIA untuk penilaian lebih lanjut.
Bagikan
Berita terkait
Investor Cermati Potensi Kenaikan Suku Bunga, Wall Street Ditutup Melemah
kumparan · 1 September 2026 pukul 06.00
Harga Minyak Mentah WTI Berpotensi Naik ke USD 90 per Barel, Ini Pemicunya
JawaPos · 30 Agustus 2026 pukul 16.15
Harga Minyak Mentah Turun Usai Sinyal Pasokan Mengalir Lewat Selat Hormuz
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 09.44
Angin Surga dari Timur Tengah Bikin Rupiah Menguat ke level Rp 17.695 per USD
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 11.26