Investor Cermati Potensi Kenaikan Suku Bunga, Wall Street Ditutup Melemah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wall Street ditutup melemah pada Senin, 31 Agustus 2026, dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah akibat konflik Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi dan peluang pengetatan kebijakan moneter AS. Pasar juga merespons sikap keras (hawkish) dari Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pidatonya di Simposium Jackson Hole. Pada penutupan perdagangan, Dow Jones turun 0,70 persen ke level 53.185,90, S&P 500 melemah 0,33 persen ke 7.686,14, dan Nasdaq Composite anjlok 0,12 persen ke 26.370,89. Di antara 11 sektor S&P 500, sektor energi mencatatkan penguatan tertinggi berkat kenaikan harga minyak, sementara sektor utilitas melemah paling teruk karena tekanan saham PG&E yang anjlok 20,1 persen akibat perubahan regulasi kebakaran hutan di California.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 15.12
Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.710
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.15
Simak Daftar Lengkap Harga Emas Perhiasan Hari Ini 31 Agustus 2026
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 09.44
Harga Perak Antam Hari Ini 31 Agustus 2026 Naik Rp 150
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 09.03
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.725 Pagi Ini
Berita terkait
Wall Street Ditutup Melemah Usai The Fed Komitmen Tekan Inflasi
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 06.00
Bos The Fed Bikin Pasar Kaget, Suku Bunga AS Berpotensi Naik
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 22.00
Bos The Fed Sebut Masih Punya Pekerjaan Rumah Atasi Inflasi
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 11.11
Rupiah Menguat ke Rp17.718, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga dari Pidato Kevin Warsh
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 17.15