Harga Minyak Naik Lebih dari 1%, Trump Tolak Proposal Iran Soal Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563533/original/046149400_1776904156-AP26108447326306.jpg)
Harga minyak mentah naik lebih dari 1% pada perdagangan awal Asia, Senin, setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian Iran yang bertujuan membuka kembali Selat Hormuz. Harga minyak AS untuk pengiriman November naik 1,3% menjadi US$93,62 per barel, sementara minyak Brent naik 1,8% menjadi US$106,31 per barel. Trump menolak tawaran bersyarat Iran dan memperkirakan serangan AS terhadap Iran akan berlanjut setelah pemilihan umum paruh waktu pada November. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menawarkan pembukaan Selat Hormuz dan dimulainya kembali perundingan nuklir dalam waktu tujuh hari dengan syarat penghentian apa yang disebut agresi AS, pencabutan blokade laut dan perang ekonomi, serta pelepasan aset Iran. Penolakan Trump meningkatkan kekhawatiran pasokan minyak global karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 08.32
Harga Minyak Menguat Setelah Trump Tolak Proposal Damai Iran
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.56
Harga Minyak Dunia Melesat 1,27% usai Trump Tolak Proposal Damai Iran
Detik.com · 28 September 2026 pukul 08.01
Trump Tolak Tawaran Damai Iran, Harga Minyak Langsung Terbang
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 21.30
Ditolak Trump, Iran Masih Tunggu Jawaban AS Soal Hormuz
Berita terkait
Trump Pastikan Peran Selat Hormuz akan Berkurang
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 10.15
Trump: Kampanye Militer AS terhadap Iran Tak Akan Lama, Tapi Siap Menyerang Kapan Pun Kami Mau!
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.01
Trump Sebut Selat Hormuz Terbuka, AS Klaim Pegang Kendali dan Blokade Iran
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 16.25
Trump Klaim Pegang Kendali Selat Hormuz, Jutaan Barel Minyak Melintas
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 15.21