Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Harga Solar AS Meroket Dekati Rekor Tertinggi

Harga solar di Amerika Serikat mencapai US$ 5,688 per galon (sekitar Rp 101.001) pada 1 September 2026, hampir menyamai rekor tertinggi pada April 2026. Lonjakan ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina, yang memaksa Rusia memotong ekspor minyak akibat serangan terhadap kilang minyak. Harga tertinggi sejak pertengahan 2022 ini menekanan tekanan inflasi global dan mengancam sektor industri serta konsumen karena ketergantungan tinggi pada bahan bakar untuk transportasi, pertanian, dan konstruksi.

Presiden Donald Trump menginstruksikan produsen minyak AS untuk meningkatkan produksi domestik melalui pertemuan tertutup dengan pengusaha kilang, sebagai upaya meredam kenaikan biaya hidup sebelum pemilu November 2026. Goldman Sachs menegaskan bahwa pasokan global terus tertekan akibat serangan terhadap fasilitas kilang di Timur Tengah dan Rusia, memperkuat peran solar sebagai pendorong utama kenaikan harga energi dunia.

Di Indonesia, Pertamina menyesuaikan harga tiga produk nonsubsidi mulai 1 September 2026: Pertamax Turbo naik dari Rp 18.300 ke Rp 19.600 per liter, Dexlite dari Rp 19.700 ke Rp 23.700, dan Pertamina Dex dari Rp 21.150 ke Rp 25.200. Rata-rata harga solar global pada 1 September 2026 adalah US$ 1,59 per liter (Rp 28.215), dengan variasi signifikan antarnegara akibat perbedaan pajak dan subsidi. Hong Kong menjadi negara dengan harga diesel termahal di dunia pada 24 Agustus 2026, dijual US$ 4,686 per liter (Rp 83.073).

Berita terkait