Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Melonjak Imbas Risiko Gangguan Selat Hormuz Kembali Menghantui

Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Senin (31/8) setelah ketegangan antara AS dan Iran kembali memanas. Harga minyak Brent mencapai USD 91 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 2,8 persen ke level USD 86 per barel, dengan kenaikan tertinggi dalam tiga pekan. Ketegangan terbaru muncul setelah pasukan AS menyerang sebuah pulau di Selat Hormuz, dan Iran membalas dengan menyerang wilayah Uni Emirat Arab (UEA) dan Yordania. Risiko gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan minyak Timur Tengah, kembali menjadi perhatian pasar. Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menyatakan pelaku pasar mengurangi posisi karena ketidakpastian konflik Iran. Harga minyak diperkirakan masih berpeluang naik karena belum ada tanda normalisasi aktivitas kapal di Selat Hormuz. Pejabat AS dan Iran memperkirakan konflik dapat berlangsung berbulan-bulan, yang berpotensi memicu kenaikan harga produk olahan seperti diesel yang lebih tajam dibanding minyak mentah. Meski demikian, pengiriman minyak melalui Selat Hormuz masih berlanjut dengan sejumlah kapal tanker mematikan sistem pelacak untuk menghindari deteksi. Negara-negara penghasil seperti UAE, Arab Saudi, Kuwait, dan Irak masih dapat mengekspor minyak, meski kapal tetap menghadapi risiko serangan. Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan tiga proyektil tak dikenal menembaki kapal tanker di dekat Oman. Di sisi lain, kilang milik UAE, Abu Dhabi National Oil Co., telah kembali beroperasi penuh setelah sempat rusak akibat perang selama sebulan terakhir, membantu meningkatkan pasokan produk olahan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait