Hari Tani Nasional, Dari Energi Terbarukan, Tumbuh Pangan dan Kemandirian Petani
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di lereng pegunungan Kamojang, Kabupaten Bandung, panas bumi tidak hanya menjadi sumber energi, tetapi juga mendukung kegiatan pertanian. Kelompok Tani Hutan (KTH) Cikondang bekerja sama dengan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Kamojang mengembangkan GeO-Fert, pupuk organik yang pengeringannya memanfaatkan excess steam panas bumi melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) Kanyaah. Dengan suhu panas bumi sekitar 60–70°C, proses pengeringan pupuk yang sebelumnya memakan waktu 14 hari dipersingkat menjadi sekitar 12 jam. Hingga 2026, inovasi ini telah memanfaatkan sekitar 600 ton limbah organik untuk menghasilkan 300 ton pupek GeO-Fert, yang diaplikasikan pada 15 hektare lahan dan mendukung sekitar 950 petani.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 24 September 2026 pukul 12.31
Energi Terbarukan Pertamina Dorong Produktivitas Petani di Lereng Bandung
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 11.55
Hari Tani 2026: Energi Terbarukan untuk Pangan dan Kemandirian Petani
JawaPos · 23 September 2026 pukul 08.31
Pertamina Geothermal Mulai Pengeboran Sumur Kedua untuk PLTP Lumut Balai Unit 3
Berita terkait
Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran, Bisa Hasilkan Listrik Bersih hingga Gerakkan Ekonomi
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 12.21
PLTP Gunung Ungaran Mau Dibangun, Begini Tahapannya
Detik.com · 20 September 2026 pukul 21.30
Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran, Dari Listrik Rendah Emisi hingga Penggerak Ekonomi
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 17.00
PLN Garap WKP Gunung Ungaran 55 MW, ini Dampak Positif untuk Ekonomi Lokal
JawaPos · 20 September 2026 pukul 15.15