Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran, Dari Listrik Rendah Emisi hingga Penggerak Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah melalui Kementerian ESDM menugaskan PT PLN (Persero) mengembangkan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran, Jawa Tengah, dengan kapasitas hingga 55 MW sesuai RUPTL 2025–2034. Pengembangan ini dilakukan untuk mendukung transisi energi, meningkatkan ketahanan energi, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Dialog stakeholders yang diselenggarakan Universitas Diponegoro menekankan pentingnya keseimbangan antara keamanan energi, keterjangkauan, dan keberlanjutan.
Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat, dengan total kapasitas sekitar 24,7 GW. Pemerintah menargetkan kapasitas pembangkit panas bumi mencapai 4,1 GW pada 2030, 7,5 GW pada 2034, dan 23 GW pada 2060 untuk mendukung target Net Zero Emission. Panas bumi dianggap andal karena dapat beroperasi sebagai sumber listrik dasar (base-load) dengan emisi rendah.
PLN saat ini masih berada pada tahap studi untuk WKP Ungaran yang meluas hingga 29.800 hektare. Pengembangan akan dilakukan secara bertahap mulai dari studi pendahuluan, feasibility study, hingga eksplorasi. PLN juga akan melakukan kajian lingkungan, sosial, dan social mapping untuk memastikan pengembangan tidak hanya mendukung transisi energi tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, termasuk di sekitar Candi Gedong Songo.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 20 September 2026 pukul 15.15
PLN Garap WKP Gunung Ungaran 55 MW, ini Dampak Positif untuk Ekonomi Lokal
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 20.00
Pembangkit Angin Jadi Solusi Tambahan Pasokan Listrik di Sulsel
Berita terkait
Kementerian ESDM Terbitkan Izin Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLN
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.40
Bahlil Izinkan PLN Bangun PLTP di Gunung Ungaran
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.44
Pengembangan PLTP Gunung Ungaran untuk Energi Rendah Karbon
JawaPos · 17 September 2026 pukul 09.15
Ahli Panas Bumi Sebut Eksplorasi PLTP Gunung Ungaran Layak Dilanjutkan
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 18.19