Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Hasil Investasi Asuransi Jiwa Anjlok, Semester I-2026 Berbalik Negatif Rp2,47 Triliun

Hasil investasi industri asuransi jiwa di Indonesia berbalik negatif Rp2,47 triliun pada semester I-2026, dibandingkan mencatatkan keuntungan Rp16,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meylindawati Tjoa, Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI, menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh volatilitas pasar keuangan yang menekan kinerja investasi dalam jangka pendek. Namun, ia menekankan bahwa industri asuransi jiwa mengelola dana dengan orientasi jangka panjang, sehingga hasil satu periode tidak mencerminkan seluruh siklus investasi.

Meski hasil investasi tertekan, total nilai investasi industri asuransi jiwa mencapai Rp564,42 triliun, tumbuh 2,4% secara tahunan. Surat Berharga Negara (SBN) menjadi instrumen dengan porsi terbesar, yakni Rp251,64 triliun atau 44% dari total investasi. Sementara itu, saham menyumbang 18%, reksa dana 12%, dan sukuk korporasi sekitar 10%. Industri juga melakukan diversifikasi melalui deposito, tanah dan bangunan, serta penyertaan langsung.

Dari sisi aset, industri asuransi jiwa mencatatkan total aset sebesar Rp645,08 triliun pada semester I-2026, tumbuh 2,3% secara tahunan. Meylindawati menyatakan bahwa kekuatan aset menjadi fondasi bagi industri untuk menjalankan kewajiban terhadap pemegang polis. Strategi investasi diarahkan untuk selaras dengan kebutuhan liabilitas perusahaan, bukan hanya mengejar keuntungan jangka pendek.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait