Hasil Survei Indikator: 75 Persen Warga Jakarta Kurang atau Tidak Membutuhkan Program MBG!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Survei nasional Indikator Politik pada Juli 2026 melibatkan 3.700 responden menunjukkan 61,8 persen warga mengaku kurang atau tidak membutuhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Jakarta, persentase ini mencapai 75 persen. Burhanuddin Muhtadi dari Universitas Islam Negeri Jakarta menyoroti ketimpangan distribusi: penerimaan tinggi di Jawa dan Banten (80 persen), rendah di Papua dan Maluku (22 persen). Sebagian besar penerima di wilayah perkotaan dan kelompok berpendapatan tinggi justru tidak menghabiskan makanan MBG (48 persen untuk pendapatan di atas Rp12 juta/bulan). Di luar Jawa, rumah tangga miskin belum pernah menerima program ini. Burhanuddin menekankan perlunya evaluasi agar program menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 3 September 2026 pukul 22.22
Sudaryono Ungkap 80-90% Kasus Keracunan MBG karena Tak Taat SOP
JawaPos · 3 September 2026 pukul 21.45
Banyak Kasus Keracunan, BGN Tetap Kejar Target 72,46 Juta Penerima Manfaat MBG pada 2027
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 21.00
BGN Ajukan Anggaran MBG Rp240,2 T di 2027, Kejar 72 Juta Penerima
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 20.33
Anggota DPR Tantang Kepala BGN Taruhan soal Keracunan MBG
Berita terkait
P2G Sebut Sebelum Ada MBG, Tak Pernah Ada Santri Keracunan Gegara Dapur Pesantren
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 20.00
Anggaran BGN Tahun 2027 Tembus Rp240,2 Triliun, Buat MBG Rp232,5 Triliun
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 19.16
Kepala BGN Ungkap Total Penerima Manfaat MBG 2027, Sebegini Angkanya
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 19.00
BGN pastikan anggaran MBG 2027 capai target pemenuhan gizi nasional
ANTARA News · 3 September 2026 pukul 18.31