Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Hilirisasi Minerba Jadi Katalis Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%

Pemerintah Indonesia mendorong percepatan hilirisasi mineral dan batu bara (minerba) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik dan mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%. Program ini termasuk dalam agenda Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dan diproyeksikan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi. Deputi Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomi, Elen Setiadi, menyatakan bahwa pemerintah terus mempercepat investasi hilirisasi melalui BPI Danantara untuk membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga produk akhir.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, menekankan bahwa hilirisasi komoditas minerba masih dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas global. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan fiskal yang lebih adaptif, seperti mekanisme berbasis windfall saat harga tinggi, untuk memaksimalkan manfaat ekonomi dari sektor tambang.

Beberapa perusahaan, termasuk anggota holding MIND ID seperti PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), sedang mengembangkan proyek strategis seperti fasilitas pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan nilai investasi Rp104,55 triliun. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas hingga 70 kali lipat. Di sisi lain, sektor swasta seperti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) juga aktif mengembangkan hilirisasi nikel dan tembaga untuk mendukung rantai pasok global.

Berita terkait