IABC Indonesia: Disrupsi Kepercayaan di Era AI Lahirkan Mandat Baru bagi Komunikator
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara informasi diproduksi, didistribusikan, dan diterima publik, sehingga menimbulkan tantangan baru bagi organisasi untuk menjaga kredibilitas dan kepercayaan. The 5th IABC Indonesia Conference & Awards 2026 bertema “Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI” menjadi ajang diskusi mengatasi isu ini. Menurut Reuters Institute Digital News Report 2026, kepercayaan terhadap berita secara global berada di angka 37%, terendah sejak 2015. Di Indonesia, angka kepercayaan turun menjadi 32%, turun empat poin dari tahun sebelumnya. Sementara itu, 62% responden global khawatir akan informasi palsu dan menyesatkan di internet, dan hanya 20% percaya pada berita dari chatbot AI.
Edelman Trust Barometer 2026 menunjukkan bahwa 70% responden global ragu atau enggan mempercayai mereka dengan latar belakang berbeda. Di Indonesia, perbedaan kepercayaan terhadap institusi antara kelompok berpendapatan tinggi dan rendah mencapai 26 poin, salah satu terbesar di antara negara yang disurvei. Elvera N. Makki, President IABC Indonesia, menyatakan bahwa AI membuat produksi informasi mudah tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran konten manipulatif. Komunikator perlu membantu publik membedakan informasi kredibel dari yang tidak, sekaligus menciptakan kondisi agar kepercayaan dapat tumbuh.
Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, menekankan pentingnya kepercayaan dalam pengembangan AI nasional, yang harus didasarkan pada tiga prinsip: inklusif, berdaya, dan berdaulat. AI yang menghasilkan misinformasi, disinformasi, dan deepfake semakin sulit dibedakan dari informasi autentik, sehingga diperlukan literasi digital yang kuat dan tata kelola AI yang ketat. Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan AI jika didukung oleh infrastruktur, kebijakan, dan talenta yang tepat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 21.45
IABC Indonesia Soroti Disrupsi Kepercayaan di Era AI
Berita terkait
Komdigi Ungkap AI Bikin Informasi Asli Makin Sulit Dibedakan
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 18.48
Chip Otak Bantu Membaca Bahasa dan Gerakan Isyarat Orang Lumpuh Parah
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 19.36
Survei: ChatGPT Jadi AI Paling Dikenal dan Banyak Dipakai di Indonesia
kumparan · 12 September 2026 pukul 11.23
Intersystems Asia Ready 2026: Membangun "Backbone" Digital di Era AI
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.00