Komdigi Ungkap AI Bikin Informasi Asli Makin Sulit Dibedakan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat batas antara informasi autentik dan konten manipulatif semakin sulit dikenali. Kemampuan AI untuk menghasilkan misinformasi, disinformasi, hingga deepfake menuntut masyarakat memiliki kemampuan lebih kuat dalam membedakan informasi yang dapat dippercayai. Untuk mengatasi hal ini, penerapan AI perlu diiringi dengan mekanisme pengamanan seperti safeguards, pengujian, sandboxing, kepatuhan, dan evaluasi secara ketat. Sementara itu, peningkatan literasi digital juga menjadi penting untuk membantu masyarakat mengenali informasi yang dapat dipercaya. Presiden IABC Indonesia Elvera N. Makki menekankan peran komunikator dalam membantu publik menavigasi informasi dengan membuat kebenaran lebih mudah diverifikasi secara cepat dan akurat. Laporan Reuters Institute Digital News Report 2026 menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap berita turun menjadi 32 persen dari 36 persen pada 2025, berada di bawah rata-rata global sebesar 37 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 21.45
IABC Indonesia Soroti Disrupsi Kepercayaan di Era AI
Berita terkait
IABC Indonesia: Disrupsi Kepercayaan di Era AI Lahirkan Mandat Baru bagi Komunikator
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 14.21
Chip Otak Bantu Membaca Bahasa dan Gerakan Isyarat Orang Lumpuh Parah
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 19.36
Nezar Patria Soroti Risiko AI, Data Salah Dianggap Kebenaran
Detik.com · 10 September 2026 pukul 21.30
AI Picu Kekhawatiran Karyawan, Ini Strategi Jitu Para Ahli
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 07.00