Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

IBC Ungkap Mayoritas Produksi Baterai Karawang Berbasis LFP

PT Indonesia Battery Corporation (IBC) mengungkapkan produksi awal pabrik baterai kendaraan listrik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat, didominasi teknologi lithium iron phosphate (LFP). Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, menyatakan bahwa mayoritas produksi baterai pada fase awal masih menggunakan teknologi LFP, sementara produksi berbasis nikel atau nickel manganese cobalt (NMC) masih berada di bawah porsi LFP. Hal ini terjadi karena fasilitas produksi material baterai untuk mendukung pengembangan NMC baru akan mulai dibangun pada tahun ini.

Pabrik CATIB telah mulai beroperasi secara bertahap dengan kapasitas awal 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun, yang ditargetkan meningkat menjadi 15 GWh per tahun melalui ekspansi fase kedua berkapasitas 8,1 GWh pada 2028. Dengan kapasitas 15 GWh, pabrik tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan baterai untuk sekitar 250.000 kendaraan listrik. Dominasi LFP mencerminkan kebutuhan pasar baterai pada fase awal produksi, di mana LFP umumnya digunakan untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.

Pada fase awal, produksi baterai CATIB lebih banyak dialokasikan untuk pasar ekspor, sementara pasar domestik masih menjadi minoritas karena pertumbuhan permintaan baterai kendaraan listrik nasional belum setinggi pasar luar negeri. IBC telah mengamankan calon pembeli untuk produksi pabrik CATIB, tetapi belum membuka identitas offtaker maupun negara tujuan pengapalan awal lantaran terikat perjanjian kerahasiaan dengan mitra. IBC juga sedang berdiskusi dengan pemerintah terkait penerapan kewajiban tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga ke level baterai untuk memperkuat permintaan domestik.

Berita terkait