Insentif untuk Ekosistem Baterai NMC Dinilai Jadi Akselerator Hilirisasi Nikel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Insentif pemerintah untuk kendaraan listrik berbasis baterai nickel-manganese-cobalt (NMC) diharapkan menjadi akselerator bagi hilirisasi nikel menuju industri manufaktur bernilai tambah tinggi. Project Coordinator ENTREV Eko Adji Buwono menyatakan kebijakan ini sebagai sinyal penting agar pengembangan industri baterai nikel di dalam negeri dapat berkembang optimal dan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.
Menurut Eko, IBC (Anggota Holding Grup MIND ID) saat ini menjadi satu-satunya perusahaan milik pemerintah yang mendapat mandat untuk membangun dan mengembangkan industri baterai berbasis nikel. Tanpa dukungan kebijaran prioritas bagi baterai nikel dalam negeri, lanjutnya, industri akan kesulitan bersaing dengan baterai berbasis lithium iron phosphate (LFP).
Untuk mendukung kebijakan ini, Indonesia sedang membangun rantai pasok baterai nikel dari sektor pertambangan hingga manufaktur sel baterai. PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), pabrik baterai kendaraan listrik milik IBC di Karawang, telah mencapai kapasitas produksi awal sebesar 6,9 GWh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 13.40
INDEF Ingatkan Baterai NMC Bisa Bikin Harga MOLINAS Mahal
Berita terkait
Luhut Minta Manfaat Hilirisasi Lebih Adil untuk Daerah Penghasil
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 21.11
Larangan Ekspor Tembaga & Bauksit Mentah Tetap Berlaku!
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.45
Luhut Cerita Dulu RI Ditertawakan soal Nikel, Kini Dunia Datang Investasi
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.30
Luhut Kenang Perjuangan Hilirisasi Nikel dengan Bahlil: Kami Dicibir
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 18.16