IEA Prediksi Pasokan Minyak Dunia Merosot 5,7 Juta Barel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
Badan Energi Internasional (IEA) memrediksi pasokan minyak dunia pada 2026 akan turun 5,7 juta barel per hari (6%), lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 4%. Penyebab utama adalah lambatnya proses penyelesaian konflik Iran yang menunda pemulihan pasokan dari Timur Tengah hingga 2027. Lonjakan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz dan ketidakpastian politik memicu harga minyak Brent mendekati US$ 110 per barel, level tertinggi sejak Mei 2026. Permintaan minyak dunia juga menurun lebih dalam dari ekspektasi, diperkirakan menurun 2,5 juta barel per hari, melampaui perkiraan awal 1,6 juta barel per hari. Stok global mengalami penurunan rekor 3,1 juta barel per hari pada Agustus 2026. IMF memangkas pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3% dari 3,3% awalnya akibat konflik Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.40
Harga Minyak Dunia Melonjak, ICP Agustus 2026 Naik Jadi US$89,43 per Barel
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.35
HSBC Prediksi Pasar Minyak Dunia tidak Seimbang hingga Pertengahan 2027
Detik.com · 10 September 2026 pukul 08.21
Harga Minyak Tembus US$ 101 per Barel!
Berita terkait
Dampak Perang Iran, Konsumen AS Tanggung Biaya Energi Rp1.765 Triliun
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 19.36
AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.20
Eskalasi Menegangnya Relasi AS-Iran Picu Kenaikan Harga Minyak Global
JawaPos · 7 September 2026 pukul 09.00
OPEC+ Menahan Produksi Minyak Oktober 2026
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 08.18