Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Dampak Perang Iran, Konsumen AS Tanggung Biaya Energi Rp1.765 Triliun

Konflik bersenjata yang melibatkan Iran memberikan dampak ekonomi signifikan bagi konsumen di Amerika Serikat. Berdasarkan data dari Iran War Energy Cost Tracker yang dikelola Watson School Universitas Brown, konsumen AS diperkirakan menanggung tambahan biaya energi hingga 100 miliar dolar AS atau Rp1.765,3 triliun (asumsi kurs Rp17.653). Biaya energi terus meningkat sekitar 1 juta dolar AS setiap dua menit akibat fluktuasi harga global dan gangguan pasokan sejak perang pecah pada 28 Februari lalu.

Kenaikan harga bensin dan solar memukul daya beli masyarakat, dengan rata-rata rumah tangga AS mengeluarkan biaya tambahan lebih dari 760 dolar AS (Rp13,4 juta) untuk bahan bakar. Harga solar rata-rata nasional AS mencapai rekor 5,90 dolar AS per galon, melampaui rekor sebelumnya 5,85 dolar AS. Texas menjadi wilayah paling terdampak dengan total biaya tambahan 11 miliar dolar AS akibat tingginya konsumsi bahan bakar untuk industri dan transportasi.

Dampaknya tidak terbatas pada pompa bensam, sektor logistik dan transportasi juga mengalami kenaikan biaya operasional. Beberapa perusahaan mulai membebankan biaya tambahan ke konsumen, memicu kekhawatiran inflasi yang lebih luas. Sentimen konsumen AS cenderung pesimis, dengan banyak warga meramakan kenaikan harga bahan bakar akan berlangsung lama. Konflik ini juga mendorong kenaikan harga minyak mentah Brent dan WTI sebesar 1,4% serta menimbulkan ketegangan di Selat Hormuz yang mengancam pasokan energi global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait