IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1% atau 62,19 poin ke level 6.179,71 pada pukul 10.27 WIB. Pelemahan ini didorong oleh sektor layanan akademik dan pendidikan (-4,6%), konsumer kritikal (-3,2%), dan teknologi (-1,8%). Beberapa saham pemberat seperti GOTO, BBCA, MORA, FORU, dan TLKM turun kuat. Di sisi lain, saham penopang seperti DSSA, IMPC, ENRG, AMRT, dan AADI mencatat kenaikan. Penurunan IHSG terjadi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus batas minimum perdagangan saham di pasar reguler dan pasar tunai. Mulai 28 September 2026, harga terendah saham yang sebelumnya Rp50 per lembar diturunkan menjadi Rp1 per lembar. Perubahan ini bertujuan meningkatkan kualitas price discovery, likuiditas, dan fleksibilitas portofolio. BEI menyesuaikan batasan Auto Rejection (AR) untuk saham dan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA). Untuk saham dengan harga di atas Rp10, batasan Auto Rejection Bawah (ARB) asimetris sebesar 15% masih berlaku hingga 31 Desember 2026. Mulai 1 Januari 2027, ARB akan diterapkan secara simetris.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 September 2026 pukul 09.21
Harga Terendah Saham Rp 1 Mulai Berlaku, IHSG Langsung Merah
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 12.20
IHSG Rontok ke 6.181 usai Batas Harga Saham Minimum Rp1 Berlaku
kumparan · 28 September 2026 pukul 12.05
IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,97%, Turun ke Level 6.181
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 10.09
IHSG Awal Pekan Dibuka Lesu di Level 6.209, Ada 576 Saham Malas Bergerak
Berita terkait
Saham-Saham Rp 50 Berguguran, Bos BEI Buka Suara
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 12.20
IHSG Sepekan Anjlok 3,09 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tergerus Rp361 Triliun
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 09.07
IHSG Dibuka Menguat 0,27% ke Level 6.315 Hari Ini
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 10.39
IHSG Diprediksi Melemah Dipicu Aksi Ambil Untung
JawaPos · 25 September 2026 pukul 10.32