Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Anjlok 3,28% Sepekan ke 6.036, Investor Asing Jual Bersih Rp 1,27 T

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 3,28 persen selama pekan perdagangan 28 September–2 Oktober 2026, berakhir di level 6.036,888 dari posisi sebelumnya 6.241,892. Penurunan ini terjadi meskipun kapitalisasi pasar naik 2,55 persen ke Rp 10.627 triliun. Rata-rata volume transaksi harian saham melonjak 72,51 persen hingga 50,37 miliar saham, sementara nilai transaksi harian naik 5,40 persen ke Rp 12,63 triliun. Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp 1,27 triliun pada pekan tersebut, membawa total jual bersih sepanjang 2026 mencapai Rp 82,55 triliun.

BEI menyempurnakan mekanisme perdagangan untuk meningkatkan likuiditas dan price discovery. Di antaranya, batas harga minimum Efek Bersifat Ekuitas dan DINFRA disesuaikan dari Rp 50 menjadi Rp 1, serta batas Auto Rejection (AR) diperbarui. Untuk saham dengan harga Rp 1–Rp 10, batas ARA dan ARB ditetapkan Rp 1, sementara untuk harga di atas Rp 10, batas ARB asimetris 15 persen berlaku hingga 31 Desember 2026.

BEI juga meluncurkan transaksi Short Selling dan Intraday Short Selling (IDSS) pada 1 Oktober 2026, dengan dua anggota bursa pelopori: PT Ajaib Sekuritas Asia dan PT Semesta Indovest Sekuritas. Lima saham masuk dalam Daftar Efek Short Selling: ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF. IDSS mengharuskan penyelesaian posisi short selling pada hari yang sama. Fasilitas ini akan tersedia untuk investor individu domestik hingga 31 Desember 2026, sebelum dibuka ke investor yang lebih luas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait