IHSG Dibayangi Tekanan Global, Waspadai Level 6.306
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak mixed-to-cautious pada perdagangan Kamis (24/9/2026), dengan tekanan dari kenaikan imbal hasil US Treasury, harga minyak yang tinggi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Secara teknikal, IHSG berpotensi mengalami possible reversal setelah pola wave [iv], meski struktur bullish jangka panjang masih terjaga hingga MA20 dan MA60. Level support IHSG teridentifikasi di 6.306 dan 6.254, sementara resistance berada di 6.429 dan 6.484. Tekanan pasar juga terlihat dari aksi jual asing sebesar Rp468,26 miliar dalam perdagangan terakhir, dengan total net sell asing sepanjang 2026 mencapai Rp102,50 triliun dan IHSG mencatat koreksi 26,28%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 24 September 2026 pukul 06.13
Wall Street Melemah, Imbal Hasil US Treasury Tembus Level Tertinggi Sejak 2007
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.18
Breaking! IHSG Melesat 1% Lebih Usai BI Tahan Suku Bunga
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 12.33
IHSG Anjlok 1,11 Persen ke 6.313 Siang Ini, 513 Saham Merah
Detik.com · 24 September 2026 pukul 09.18
IHSG Melemah ke Level 6.338 Pagi Ini
Berita terkait
IHSG Tembus Lagi 6.500, Naik 0,73% di Awal Perdagangan
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 09.30
IHSG Turun 0,43% ke 6.413,15 pada Awal Perdagangan
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 09.08
Rekomendasi Saham Hari Ini: ANTM, VKTR, hingga MAPI
Detik.com · 21 September 2026 pukul 08.38
Video: US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rup- 20 SEPT
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 12.30