Wall Street Melemah, Imbal Hasil US Treasury Tembus Level Tertinggi Sejak 2007
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (23/4) setelah data aktivitas bisnis AS yang dikukur oleh S&P Global Flash US Composite PMI Output Index naik ke 58,4 pada September, level tertinggi sejak Juli 2021. Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan pesanan baru dan memunculkan kekhawatiran inflasi masih tinggi di atas target 2 persen The Fed. Imbal hasil obligasi AS melonjak ke level tertinggi dalam bertahun-tahun, dengan yield US Treasury 2 tahun mencapai 4,891 persen dan 10 tahun mencapai 5,106 persen, level tertinggi sejak 2007. Pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menekan inflasi. Gubernur Bank Sentral AS Michael Barr memberikan sinyal hawkish bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin. Kenaikan yield ini menekan pasar saham, dengan Dow Jones turun 0,68 persen, S&P 500 melemah 0,75 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,13 persen. Tekanan juga meluas ke pasar global, dengan STOXX 600 turun 0,44 persen dan MSCI global turun 0,73 persen, mengakhiri tren penguatan empat hari sebelumnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 13.30
BI Rate Diperkirakan Tetap di September 2026, Ini Pertimbangannya
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 08.39
Bursa Global Kompak Menguat Didorong Sentimen Positif Saham AI
Berita terkait
Wall Street Ditutup Melemah, Investor Cermati Kenaikan Suku Bunga The Fed
kumparan · 17 September 2026 pukul 06.30
IHSG Balik Arah, Sesi 1 Keok -0,35%
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 12.32
Wall Street Bangkit, Investor Mencermati Kenaikan Suku Bunga The Fed
kumparan · 18 September 2026 pukul 06.16
Wall Street Melemah, Pasar Khawatir The Fed Naikkan Suku Bunga
kumparan · 11 September 2026 pukul 06.31