IHSG Diproyeksi Konsolidasi, Pasar Cermati Sinyal The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG diproyeksi bergerak konsolidasi pada 17 September 2026 menyusul kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps menjadi 3,75%-4,00%. Meskipun struktur bullish masih berlaku, pasar tertekan oleh imbal hasil US Treasury 10 tahun yang mencapai 5,023% serta ketidakpastian kebijakan moneter AS menjelang pemilihan midterm. Fokus investor kini tertuju pada forward guidance The Fed terkait potensi kenaikan suku bunga selanjutnya.
Di pasar domestik, sentimen didorong oleh peluncuran Icomex dan pemberlakuan kembali mekanisme short selling. Penurunan harga minyak WTI (3,60%) dan Brent (2,94%) turut meredakan kekhawatiran inflasi global. Secara teknikal, IHSG memiliki level support di 6.371 dan 6.290 dengan resistance di 6.566 dan 6.636, di tengah catatan net foreign sell ytd mencapai Rp99,11 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 08.36
Kenaikan Suku Bunga The Fed Jadi Perhatian Pasar, IHSG Rawan Aksi Profit Taking
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 09.31
IHSG menguat di tengah kuatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 09.02
IHSG Lanjut Koreksi, Dibuka Turun 0,21%
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.05
The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Dibuka Naik ke Rp17.705
Berita terkait
IHSG Melemah 0,13% ke 6.532 di Awal Pekan, Investor Tunggu The Fed
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 09.21
IHSG Diproyeksi Melemah ke Level 6.552, Simak Rekomendasi Saham Ini
kumparan · 8 September 2026 pukul 07.10
IHSG Diprediksi Naik, Investor Tunggu Bank Indonesia Umumkan Suku Bunga
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 06.59
IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Simak Saham yang Direkomendasikan
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 07.00