IHSG Tembus 6.300, Berpotensi Terkoreksi ke Level 6.200
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami tekanan jika menembus level 6.300, dengan target koreksi ke kisaran 6.200–6.270. Phintraco Sekuritas menyoroti sentimen pasar global yang menekanan, termasuk pelemahan Wall Street akibat kenaikan imbal hasil US Treasury. Yield US Treasury 10 tahun naik lebih dari 13 basis poin ke level 5,104%, sementara harga minyak Brent melonjak hampir 4% ke US$103 per barel. Kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS juga menjadi sorotan pasar global.
Secara domestik, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75% dalam rapat 23 September 2026. Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,36% YoY pada Agustus 2026. Di pasar komoditas, harga emas melemah 1,23% ke US$4.322 per troy ounce. Kombinasi faktor global dan lokal membuat tekanan terhadap IHSG tetap terbuka.
Untuk perdagangan 24 September 2026, Phintraco Sekuritas menyarankan ICBP, MDKA, DSSA, BBCA, dan BREN sebagai saham rekomendasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 24 September 2026 pukul 06.13
Wall Street Melemah, Imbal Hasil US Treasury Tembus Level Tertinggi Sejak 2007
kumparan · 23 September 2026 pukul 15.33
IHSG Melesat 1,28% Usai BI Tahan Suku Bunga 5,75% pada September 2026
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.32
IHSG Melesat 1% di Sesi II, Ini Penyebabnya
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.18
Breaking! IHSG Melesat 1% Lebih Usai BI Tahan Suku Bunga
Berita terkait
Penyebab IHSG Tancap Gas Naik 1% Pagi Ini
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.35
IHSG Diprediksi Menguat Usai BI Pertahankan BI Rate 5,75 Persen
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 07.00
IHSG Anjlok 0,86% ke Level 6.394,12, Didorong oleh 363 Saham yang Melemah
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.30
IHSG menguat di tengah pasar "wait and see" hasil RDG Bank Indonesia
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 10.30