Ijazah Jokowi Masih Belum Bisa Dibuka, Petinggi UGM Jelaskan 'Problema Kehutanan' dan Tradisi di Masa Kuliah 1980-an
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan perbedaan administrasi dan tradisi akademik antar-fakultas pada era 1980-an sebagai penyebab ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Fakultas Kehutanan belum dapat langsung dibuka. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Wening Udasmoro, menyatakan bahwa beberapa fakultas di UGM didirikan lebih dulu sebelum universitas secara resmi terbentuk, sehingga masing-masing mengembangkan sistem dan tradisi akademik tersendiri. Perbedaan mencakup istilah karya tulis akhir hingga mekanisme penetapan kelulusan mahasiswa. Dekan Fakultas Kehutanan Sigit Sunarta menyebut buku panduan akademik pada era itu menggunakan istilah 'problema kehutanan/tesis' yang berbeda dengan 'skripsi' yang umum dipakai saat ini. Mekanisme kelulusan juga bervariasi, ada fakultas yang langsung menyatakan lulus setelah ujian, sementara lainnya membutuhkan proses yudisium. Pada 2001, UGM mendirikan Kantor Jaminan Mutu untuk menyatukan standar antar-fakultas, namun keseragaman tidak mencapai 100%. Saat ini, prosedur kelulusan telah terintegrasi dengan sistem nasional melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). UGM meminta publik memahami konteks historis ketika menilai dokumen akademik dari era 1980-an.
Bagikan
Berita terkait
Tantang Balik Penuduh Ijazah Jokowi, Rektor UGM: Yang Meragukan yang Harus Bawa Bukti Palsunya
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 10.30
UGM Nyatakan Tak Bisa Pastikan Status Ijazah Jokowi yang Beredar Saat Ini
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 21.24
Ade Darmawan: Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Kenapa Tak Laporkan Teman Seangkatannya Juga?
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 10.49
Ijazah Diduga Palsu, Dokumen Jokowi Dibongkar UGM: Kertasnya Sudah Pudar
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 09.40