Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Ade Darmawan: Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Kenapa Tak Laporkan Teman Seangkatannya Juga?

Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu, Ade Darmawan mempertanyakan logisnya hanya menguji keaslian ijazah Joko Widodo (Jokowi) tanpa membandingkan dengan dokumen teman seangkatannya yang satu angkatan. Dalam kasus tudingan ijazah palsu yang menyeret Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa), Ade menekankan bahwa dokumen serupa dari teman-teman Jokowi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebaiknya juga menjadi bahan pembanding untuk memberi konteks karakteristik dokumen akademik pada masa itu. Ia menyebut keterangan resmi dari UGM dan hasil pemeriksaan forensik oleh Puslabfor Mabes Polri serta Polda Metro Jaya akan menjadi faktor dominan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Ade menegaskan bahwa pemeriksaan forensik terhadap ijazah Jokowi telah dilakukan dua kali secara terpisah oleh kedua lembaga tersebut.

Sebelumnya, Roy Suryo mengklaim telah mengumpulkan bukti yang membuatnya yakin bahwa ijazah Jokowi tidak asli. Ia menyatakan bahwa temuan baru yang belum pernah disampaikan ke publik akan digunakan dalam persidangan yang digelar pada 17 September 2026. Roy menyatakan, "Semakin lama semakin terbukti ijazah ini 99,9% palsu." Di sisi lain, Jokowi menyatakan siap menampilkan seluruh dokumen pendidikannya di persidangan dan menantang pihak yang meragukan keaslian ijazahnya untuk membawa seluruh bukti di pengadilan. "Kalau yakin 100 persen palsu, mestinya masuk ke pokok perkara, bukan hanya praperadilan," ujarnya.

Kasus ini diperkirakan akan didominasi oleh peran UGM dan hasil forensik resmi dari kepolisian. Ade Darmawan menilai bahwa pendekatan hukum yang dilakukan tidak hanya harus fokus pada satu dokumen, tetapi juga mempertimbangkan keseluruhan konteks dokumen yang diterbitkan pada periode yang sama.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait