IKM Sulit Naik Kelas, Menperin Soroti Minimnya Pendampingan Bisnis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyoroti sulitnya Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk berkembang akibat minimnya pendampingan bisnis, terutama terkait pemasaran, branding, dan desain produk. Tantangan ini diperberat oleh rendahnya kualitas SDM, di mana data BPS 2025 menunjukkan sekitar 43,74% pelaku industri kecil hanya berpendidikan SD atau tidak tamat SD, serta kendala geografis antara sentra industri dan pusat inovasi.
Sebagai solusi, Kemenperin meluncurkan Mentor Hub melalui web-app Smart Sentra sejak 22 September 2026. Layanan konsultasi daring gratis ini menggandeng lima perguruan tinggi (ISI Yogyakarta, Universitas Ciputra, Telkom University, Universitas Pertamina, dan UNS) untuk menyediakan mentor ahli. Program ini bertujuan meningkatkan daya saing 4,44 juta unit IKM yang berkontribusi 21,07% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2026.
Bagikan
Berita terkait
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenperin Pacu Sertifikasi dan Mutu Produk IKM
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 19.00
Menperin Agus Gumiwang Bidik Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 09.34
Ekspor Batik Indonesia Naik, Kemenperin Soroti Tantangan Daya Saing IKM
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 20.14
Kejar Pertumbuhan Industri 5,86%, Kemenperin Minta Tambahan Rp1,72 Triliun
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 21.19